Ekosida dalam Perspektif Al-Qur’an
Editor: Khalilullah
Buku Ekosida dalam Perspektif Al-Qur’an karya Muhammad Jumaidil Akbar mengajak pembaca memahami kerusakan lingkungan sebagai persoalan yang melampaui masalah ekologis semata. Ekosida, yakni penghancuran lingkungan hidup secara besar-besaran, juga berkaitan dengan dimensi kemanusiaan, moralitas, dan tanggung jawab spiritual. Melalui sudut pandang Al-Qur’an, buku ini menempatkan alam bukan sekadar sumber daya yang dapat dimanfaatkan tanpa batas, melainkan amanah yang harus dijaga. Kerusakan hutan, pencemaran, dan ketidakseimbangan ekosistem menjadi pengingat bahwa tindakan manusia memiliki konsekuensi luas bagi kehidupan. Karena itu, pembahasan ekosida perlu disertai kesadaran etis untuk melindungi bumi dan seluruh makhluk yang hidup di dalamnya, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa keberlangsungan manusia bergantung pada kesehatan lingkungan yang diwariskan kepada masa depan bersama.
Dengan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan pembahasan, buku ini menelusuri pesan tentang pemeliharaan alam, keseimbangan bumi, serta larangan melakukan kerusakan. Ajaran tersebut memberi dasar teologis bagi tumbuhnya kepedulian ekologis sekaligus mendorong pembaca menilai kembali hubungan manusia dengan lingkungan. Alam tidak diposisikan sebagai objek yang sepenuhnya tunduk pada kepentingan manusia, tetapi sebagai bagian dari ciptaan Allah yang memiliki keteraturan dan patut dihormati. Perspektif ini membuka ruang untuk menghubungkan spiritualitas dengan tindakan nyata, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga tanggung jawab bersama dalam menghadapi krisis lingkungan. Dengan demikian, keimanan dapat diwujudkan melalui perilaku yang menjaga keberlanjutan kehidupan. Pembacaan semacam ini juga memperlihatkan pentingnya mengubah pemahaman menjadi komitmen sosial yang konsisten, berkelanjutan, dan nyata bersama.
Buku ini relevan bagi pembaca yang ingin mempertemukan kajian keislaman dengan tantangan ekologis kontemporer. Uraiannya mengundang refleksi bahwa menjaga lingkungan bukan hanya urusan pemerintah, aktivis, atau ahli lingkungan, melainkan tanggung jawab setiap orang. Sebagai khalifah di bumi, manusia dituntut menggunakan kemampuan dan sumber daya secara bijaksana, bukan mengeksploitasi alam hingga merugikan generasi berikutnya. Pesan tersebut dapat menjadi pijakan untuk membangun kesadaran kolektif, memperkuat pendidikan lingkungan, dan mendorong perubahan perilaku yang lebih bertanggung jawab. Pada akhirnya, buku Ekosida dalam Perspektif Al-Qur’an menawarkan ajakan moral dan spiritual agar petunjuk Al-Qur’an hadir dalam upaya merawat bumi, mencegah kerusakan, dan menjaga kehidupan. Pembaca diajak memulai perubahan dari pilihan sederhana yang berdampak bagi lingkungan sekitar.
- Penulis
- Muhammad Jumaidil Akbar
- Editor
- Khalilullah
- Halaman
- 218 Halaman
- Ukuran
- 14 x 21 cm
- Cetakan
- I, Oktober 2026
- Kategori
- Tafsir Al-Qur’an
